GxbnR9erbBlug6bw0hQdf1dvpbc Puisi Perjuangan / Kemerdekaan RI | Musttrie's Blog
Song&starring: Jabrik. Video editor: musttrie.

Iklan Klik saya

Tuesday, March 20, 2012

Puisi Perjuangan / Kemerdekaan RI


Puisi Perjuangan / Kemerdekaan RI yang selalu kita peringati setiap tanggal 17 Agustus. Dengan semangat 45 kita kobarkan membangun dan menjaga negeri ini yang telah ditebus dengan ceceran darah dan ribuan nyawa. Sudahkah kita menjadi penerus bangsa yang sejati?. Sudahkah negeri ini merdeka sepenuhnya, sikahkan jawab sendiri.




Kemerdekaan


Sauh riuh lantang bergema
Titik akhir hilirnya asa
Gema menyusup ke nadi-nadi
Menggenggam asa baru, lahirnya sebuah negeri

Terperanjak haru tulang belulang
Meski jauh di dalam bumi yang ayu
Hai anak dan cucu-cucuku
Kini aku tak merasa menjadi sia

Bukan apa atau apa yang di pinta
Pernah lebih dulu sebenarnya aku ada
Melayang tak tampak putih bak berkabut
Ku kawal hingga akhir lantangnya engkau bergema

Kan kembali aku dalam saf-safku
Meski tak tentu mana pangkal dan ujungku
Tenang kembali dalam bumi ayuku
Tebar bunga dan do'a menjadi piagamku


Karya: Joko Jabrik

Kata-kata Penulis:
Betapa bahagianya para pejuang yang tlah gugur demi mencapai kemerdekaan yang kini tlah kita raih, dan kewajiban kita untuk melanjutkan perjuangan membangun negara.

***


Sang Penyair


Memang hanya sebuah abjad
Yang disusun menjadi sebuah kata, menjadi kalimat
Namun bila di ilhami
Terkadang kan menjadi motivasi dalam hidup ini

Bukan hanya sekedar tuk dibaca
Coba mengerti maksud dan maknanya
Bertanyalah kamu dalam dirimu
Bukalah hati, kau kan mengerti

Hembus nafas seorang penyair
Duduk termenung dalam berpikir
Merangkai kata yang tak bermakna
Menjadi lebih dari apa yang tidak diketahui mereka

Pandangan kosong seorang penyair
Membuka hayal menembus asa
Bukan sekedar halusinasi yang tak berarti
Lepasan jiwa yang menerawang ke titi-titi

Awan pikir seorang penyair
Menembus tebalnya awan nan bukan awan
Dingin sejuk bagaikan kabut
Namun itu jua, bukanlah kabut

Tiap khayal dan lamunannya di ikuti pena
Tak sedikit kata yang bermakna tersembunyi darinya
Hanya terhenti, ketika Ia...
Digenggam nyawanya dalam lelapnya tidur oleh yang kuasa


Karya: Joko Jabrik


KlikSaya.com


No comments: