Sunday, March 3, 2013

Pengertian dan Macam-macam Antibiotika


Macam-macam Antibiotika

Antibiotika berfungsi menekan atau menghentikan suatu proses biokimia di dalam organisme, terutama dalam proses infeksi oleh bakteri. Antibiotika merupakan segolongan senyawa, baik alami maupun sintetik dan penggunaan antibiotika sering berkaitan dengan pengobatan penyakit infeksi. Antibiotika dalam bioteknologi dan rekayasa genetika juga bisa digunakan sebagai alat seleksi terhadap mutan atau transforman. Cara kerja Antibiotika mirip dengan pestisida yaitu menekan atau memutus satu mata rantai metabolisme yang ada, namun yang menjadi target Antibiotika adalah bakteri., sedangkan Desifektan akan membunuh kuman dengan menciptakan lingkungan yang tidak wajar sehingga membuat kuman tidak bisa hidup.

Antibiotik akan tidak efektif untuk mengatasi infeksi akibat virus, jamur, atau nonbakteri lainnya. Setiap antibiotik memiliki keefektifan yang sangat beragam dalam melawan berbagai jenis bakteri. Target antibiotika dalam mengatasi bakteri juga bermacam-macama, ada yang digunakan untuk jenis bakteri gram negatif atau gram positif, atau dengan spektrum yang lebih luas. Dampak dan hasil keefektifan Antibiotik akan dipengaruhi oleh lokasi infeksi dan kemampuan antibiotik mencapai lokasi bakteri. Akan berbeda dengan cara perawatan infeksi yang menggunakan racun seperti strychnine, antibiotika akan membidik penyakit tanpa melukai tuannya.

Antibiotika bisa kita masukkan ke tubuh melalui mulut/antibiotika oral (dimakan), dan antibiotika intravena (melalui infus) yang digunakan untuk kasus penyakit yang lebih serius. Mungkin juga Antibiotika dapat digunakan pada wilayah setempat, seperti tetes mata dan salep.

Macam-macam antibiotika

Antibiotika dapat digolongkan berdasarkan target kerja senyawa dan susunan kimiawinya. Dilihat dari target atau sasaran kerjanya ada 6 kemlompok:

Inhibitor sintesis dinding sel bakteri
- Mencakup golongan Penisilin, Polipeptida dan Sefalosporin, misalnya ampisilin, penisilin G

Inhibitor transkripsi dan replikasi
- Mencakup golongan Quinolone, seperti misal rifampisin, aktinomisin D, asam nalidiksat

Inhibitor sintesis protein
- Mencakup banyak jenis antibiotik, terutama dari golongan Makrolida, Aminoglikosida, dan Tetrasiklin, misalnya gentamisin, kloramfenikol, kanamisin, streptomisin, tetrasiklin, oksitetrasiklin, eritromisin, azitromisin.

Inhibitor fungsi membran sel, misalnya: ionomisin, valinomisin.

Inhibitor fungsi sel lainnya, seperti golongan sulfa atau sulfonamida, misalnya: oligomisin, tunikamisin.

Antimetabolit, misalnya: azaserine.

Kita harus pahami, bahwa antibiotika bekerja secara spesifik pada suatu proses, sehingga memungkinkan terjadinya mutasi pada bakteri yang selanjutnya akan memungkinkan munculnya strain bakteri yang kebal terhadap antibiotika. Itulah sebabnya, pemberian antibiotika harus dengan dosis yang tepat agar bakteri segera mati dan dalam jangka waktu panjang tidak akan terjadi mutasi. Pemberian dalam dosis yang tanggung akan menyebabkan peluang munculnya tipe bakteri yang kebal dan lebih kuat. Demikian ulasan pengertian dan macam-macam Antibiotika, semoga bermanfaat.