GxbnR9erbBlug6bw0hQdf1dvpbc Tips Cara Menyimpan ASI Perah yang Benar | Musttrie's Blog
Song&starring: Jabrik. Video editor: musttrie.

Iklan Klik saya

Thursday, December 27, 2012

Tips Cara Menyimpan ASI Perah yang Benar


Menyimpan ASI perah yang Benar

Bagi para ibu yang sibuk bekerja, untuk memberikan ASI pada buah hati dengan waktu yang terbatas bisa dengan cara menyimpan dan memberikan ASI penyimpanan hasil perah dengan cara yang aman dan tetap sehat. Berikut tips cara menyimpan ASI yang benar agar ASI tidak menjadi rusak atau menurun kualitasnya. Pemberian ASI perah salah/tidak baik akan membuat si bayi menjadi susah untuk menyusu dan tentu kurang baik untuk bayi anda.


Tips Penyimpanan ASI perah yang benar

Kisaran waktu berapa lama ASI dapat disimpan dalam suhu tertentu menurut Organisasi laktasi internasional, Lalecheleague:

- Suhu ruang (19-22C) à 4-10 jam

- Refrigerator (kulkas bawah) dengan suhu 0-4 C à 2-3 hari Ø Freezer pada kulkas berpintu satu (suhu variatif < 4 C) : 2 minggu

- Freezer pada kulkas berpintu dua (suhu variatif < 4 C) : 3-4 bulan

- Freezer khusus ( -19C) : 6 bulan / lebih

Interval waktu sangat bervariatif dan tergantung kondisi dari lokasi penyimpanan.

Disarankan jangan terlalu lama menyimpan ASI peras untuk menjaga kualitas ASI ibu. Karena ASI diproduksi sesuai dg kebutuhan pertumbuhan & perkembangan anak. Karenanya jika ibu memiliki ASI peras berlebih tidak ada salahnya didonorkan ke mereka yg membutuhkannya.


Teknik Penyimpanan ASI Perah

- Gunakan wadah penampung ASI yang steril, biasanya berupa botol bertutup rapat yang terbuat dari bahan tahan panas, bisa terbuat dari kaca, stainless steel, dan plastik yang tidak meleleh jika direndam dalam air panas
   
- Gunakan wadah dengan volume sesuai dengan kebutuhan bayi untuk sekali minum.
   
- Jangan memakai botol susu yang bergambar/mengandung cat, ada kemungkinan cat akan meleleh jika terkena panas.
   
- Cantumkan tanggal dan jam ASI dipompa/peras anda setiap kali Ibu akan menyimpan botol ASI.
   
- Jika ASI perah akan diberikan kurang dari 6 jam, tidak perlu di simpan di lemari pendingin.

- Jangan menyimpan ASI di suhu kamar lebih dari 3 atau 4 jam.
   
- Bila perlu disimpan selama 24 jam, segera masukkan ASI perah ke dalam lemari pendingin pada suhu 4 derajat celcius (jangan sampai beku).
   
- Bila ASI perah akan digunakan dalam waktu 1 minggu atau lebih, maka ASI perah tersebut harus segera didinginkan dalam lemari pendingin selama 30 menit, lalu dibekukan pada suhu -18 derajat celcius atau lebih rendah. ASI yang sudah dibekukan dapat disimpan antara 3 – 6 bulan.
   
- Simpanlah ASI di lemari pendingin bagian tengah, atau di bagian terdalam freezer, karena lokasi-lokasi tersebut memiliki temperatur yang lebih dingin dan konstan.
   
- Jangan menyimpan ASI pada rak yang menempel di pintu lemari pendingin (temperaturnya mudah berubah).
   
- Jangan mengisi penuh wadah penampung ASI (sisakan kurang lebih ¼ bagian kosong) karena ASI akan memuai saat membeku.
   
- ASI yang telah dihangatkan tidak boleh didinginkan lagi untuk diberikan pada bayi diberikutnya
   
- Pembekuan yang lama (lebih dari 6 bulan) dapat mengubah komposisi kimia ASI, seperti terjadi penguraian beberapa senyawa lemak dan hilangnya beberapa senyawa yang berfungsi melawan organisme berbahaya. Risiko kontaminasi juga tinggi, jika tiba-tiba listrik padam sehingga susu cair dan dibekukan kembali.
   
- Gunakan ASI beku hanya sebagai cadangan saja. Jika sedang di rumah, susui bayi anda secara normal.

- ASI yang didinginkan tidak boleh direbus bila akan diberikan pada si kecil, karena kualitasnya akan menurun, yaitu unsur kekebalannya. ASI tersebut cukup didiamkan beberapa saat didalam suhu kamar, agar tidak terlalu dingin, atau dapat pula direndam di dalam wadah yang telah terisi air panas.


Pemberian ASI Perah


Jangan diberikan dengan botol/dot, karena hal ini akan menyebabkan bayi menjadi bingung puting.

Berikan pada bayi dengan cangkir atau sendok, sehingga saat ibu menyusui langsung, bayi tidak menolak menyusu.

Jika Anda akan mencairkan ASI perah yang disimpan di lemari pendingin pada suhu 4 derajat Celcius, sebaiknya Anda tidak mencairkannya semalam suntuk pada suhu kamar. Sebaliknya, tidak perlu mencairkan di atas kompor. Jangan pula memanaskan dengan microwave. Pemanasan di microwave bukan saja akan menghancurkan kandungan vitamin di dalam ASI, tapi juga menimbulkan titik-titik panas (hot spots) yang bisa “membakar” lidah atau mulut bayi.
   
Bila Anda ingin mencairkan ASI beku, kurang lebih setengah jam sebelum waktu menyusui tiba, ambil wadah ASI dari lemari pendingin.
   
Hangatkan dengan memegang wadah tersebut di bawah air mengalir yang hangat atau rendam di mangkuk yang berisi air hangat(bukan air mendidih). Secara bertahap tingkatkan suhu air sampai ASI cair dan hangat.
   
Kocok wadah penampung ASI sebelum ASI diberikan pada bayi.

ASI perah sudah tidak terlalu dingin tersebut dapat diberikan menggunakan cangkir atau sendok kecil yang bersih. Bila menggunakan cangkir, tempelkan bibir cangkir pada bibir bawah bayi dan biarkan bayi menggunakan lidahnya untuk meminum ASI (tidak ditumpahkan). Selain itu, yang memberi ASI perah dengan sendok/cangkir tersebut harus orang lain, bukan Anda. Agar ada konsistensi, sehingga bayi tahu kalau dari Anda ia menyusu dan kalau dari orang lain ia minum ASI perah menggunakan sendok/cangkir. Diharapkan, ia tidak akan mengalami “bingung puting”.

Sebaiknya Anda tidak menyimpan atau membekukan ulang sisa susu yang tidak dihabiskan bayi agar bayi terhindar dari risiko diare.


Cara pemberian ASI dengan menggunakan cangkir :

- Ibu atau yang memberi minum bayi, duduk dengan memangku bayi.
- Punggung bayi dipegang dengan lengan.
- Cangkir diletakkan pada bibi bawah bayi.
- Lidah bayi berada diatas pinggir cangkir dan biarkan bayi mengisap ASI dari dalam cangkir (saat cangkir dimiringkan).
- Beri sedikit waktu istirahat saat bayi menelan.

Sumber artikel : http://wishingbaby.com/ . Demikian Tips Cara Menyimpan ASI yang Benar.
KlikSaya.com


No comments: