Thursday, April 26, 2012

Mengenal Biografi dan Karir Dahlan Iskan


Siapa tak kenal Dahlan Iskan? Mengenal Biografi, Karir Dahlan Iskan saat ini. Dahlan Iskan lahir dari keluarga yang sangat sederhana sebagai orang pedesaan. Dahlan Iskan juga pernah melakukan operasi cangkok hati di negeri Cina. Mengenal sosok Dahlan Iskan yang kini populer karena gaya kepemimpinannya yang unik ala koboy, Dahlan Iskan memang tengah menjadi pusat perhatian masyarakat kita. Masih ingat ketika beliau membuka paksa pintu tol gara-gara antrean panjang sementara loket hanya sebagian yang dibuka. Dahlan Iskan memang tokoh yang frontal dan kontroversial, ditengah tingkah laku pemimpin elit yang sok alim dan bijak, selalu mengutamakan citra daripada kerja serta gaya kepemimpinan yang protokoler saat ini kehadiran Dahlan Iskan memang cukup mengejutkan dan tidak sedikit yang salut dengan gaya kepemimpinannya. Dahlan Iskan seakan menjadi tokoh yang di idolakan saat ini. Dahlan Iskan memulai karir dari seorang reporter surat kabar daerah di Samarinda pada tahun 1975. Setahun disana, tahun 1976 Dahlan Iskan beralih ke majalah Tempo sebagai seorang wartawan.


Karir Dahlan Iskan pun kian berkembang semenjak ia menjadi pemimpin surat kabar Jawa Pos 1982 hingga sekarang. Waktu itu Jawa Pos tengah berada di ujung tanduk dengan kemunduran omset yang sangat drastis dan hampir mati. Bersama kepemimpinan Dahlan Iskan lah akhirnya Jawa Pos kembali berjaya selama kurun waktu 5 tahun Jawa Pos telah kembali pulih bahkan semakin maju dan berkembang pesat. Dahlan Iskan juga mempelopori terbentuknya  Jawa Pos News Network (JPNN), sebagai jaringan surat kabar yang cukup besar yang memiliki 134 surat kabar, tabloid, 3 majalah , serta 40 jaringan percetakan di seluruh Indonesia. Dahlan Iskan juga telah mendirikan sebuah gedung Graha Pena di Surabaya 1997dan juga di Jakarta. Stasiun televisi lokal JTV Surabaya, Batam TV dan Riau TV juga merupakan hasil kerjanya, berdiri pada tahun 2002.Dahlan Iskan juga sebagai Komisaris PT. Fangbian Iskan Corporindo (FIC) yang menangani proyek pembangunan Sambungan Komunikasi Kabel Laut (SKKL) sepanjang 4.300 kilometer serat optik yang akan menghubungkan Surabaya-Hong Kong. Dahlan Iskan juga merupakan presiden direktur PT Cahaya Fajar Kaltim di Kalimantan Timur dan PT Prima Electric sebagai perusahaan pembangkit listrik swasta.


Tahun 2009, Dahlan Iskan dipercaya menjadi direktur utama PLN, setelah Fahmi Mochtar dianggap gagal menangani PLN. Dahlan Iskan mulai menunjukkan kepiawaiannya dalam mengelola perusahaan dengan berani membuat gebrakan anti pemadaman listrik selama kurun waktu 6 bulan serta gerakan sehari sejuta sambungan. Pada tahun 2010 PLN telah membangun PLTS di Indonesia bagian Timur meliputi Bunaken Manado, Derawan Kalimantan Timur, Wakatobi Sulawesi Tenggara, Pulau Banda, dan Citrawangan. Dan puncak karir Dahlan Iskan adalah tanggal 17 Oktober 2011, dimana beliau mendapat mandat dari presiden untuk mengelola BUMN alias sebagai Menteri BUMN. Meski sebenarnya Dahlan Iskan berat meninggalkan tugas di PLN namun beliau tetap bersedia untuk mengemban tugas mulia sebagai menteri.



Dahlan Iskan

Lahir: 17 Agustus 1951, Magetan, Jawa Timur, Indonesia
Menteri Badan Usaha Milik Negara Indonesia (19 Oktober 2011)
Dirut PLN : 23 Desember 2009 – 19 Oktober 2011
CEO surat kabar Jawa Pos dan Jawa Pos Group
Istri: Nafsiah Sabri
Agama: Islam



Demikianlah  Biografi dan Karir Dahlan Iskan.