GxbnR9erbBlug6bw0hQdf1dvpbc Puisi Ibu '' Do'amu Ibu '' | Musttrie's Blog

Iklan Klik saya

Wednesday, February 15, 2012

Puisi Ibu '' Do'amu Ibu ''


Sebuah puisi Ibu dengan judul  Do'amu Ibu puisi, Arti seorang Ibu terbaru untuk Anda yang sedang mencari puisi dengan tema puisi Ibu. Dengan maraknya karya puisi dari temen-temen , Puisi Ibu ini kan mencoba meramaikan khasanah perpuisian Indonesia, dan ini bisa menambah semarak seni sastra dinegeri kita tercinta. Nah, semoga bermanfaat dan selamat membaca puisi Do'amu Ibu.





ARTI SEORANG IBU



Tulisan ini
Tak berarti apa-apa
Untuk...
Arti seorang ibu


Bahasa ini
Tak menjadi apa-apa
Akan...
Arti seorang ibu


IBU...
Engkau memang luar biasa!
Tiada tanding...
Tiada banding...


IBU...!
Bolehkah aku bertanya!
Mengapa Engkau curahkan semua waktumu?
Sedang Engkau...tampak begitu lelah


IBU...!
Tolong sampaikan padaku
Dengan apa Engkau kan tersenyum
Dari mana, kubawa...secuil bahagia


IBU...!
Ijinkan aku menangis
Melihat letih, guratan di wajahmu
Semoga, kan menjadi catatan hidup
Kelak, menuju abadi...pintu surga

By :  Wong alasan




DO'AMU IBU


Ibu...!
Aku tahu...
Semua letihmu itu tulus
Dan...akupun tahu
Bukan apa-apa yang engkau ingin
Engkau tak pernah inginkan apa-apa

Ibu...!
Dulu engkau pernah bilang
Cepatlah besar anakku !
Jadilah engkau orang besar
Yang membesarkan hati Ibu

Ibu...!
Semua hebatku
Tak kan pernah ada
Tanpa ikhlas pengorbananmu

Ibu...!
Sabdamu adalah do'a
Do'a yang nyaring terdengar
Dan pasti... didengar !

Bukan gelimang harta tuk membalas
Bukan pula, tahta dan mahkota
Sujud dan bakti jualah
Harta yang sesungguhnya!

By: Wong alasan



TERIMA-KASIH..IBU



IBU...
Rambutmu kini tlah memutih,
Kulitmu tak lagi kencang,
Bukti lelah, menahan letih.

Mungkin...
Engkau tak setajam,
Setegak, dulu lagi,
Semua bukan berarti,
Mundur, dan berhenti.

Sepanjang jalan engkau mencari,
Sepanjang waktu engkau berhitung,
Berapa, kau dapat hari ini,
Membayar semua letihmu.

Engkau tak lagi membedakan,
Kapan siang, mana malam,
Bulat,,,,tekad,,,,
Menghapus semua lelah.

Semua...untuk aku,
Untuk,,,anakmu,
Anak yang engkau impikan,
Mencapai setumpuk harapan.

IBU...hingga di akhir dunia,
Tak kan pernah terlupa,
Jasa, do'a, cinta ,,,,,semuanya,
Tak kan pernah sia-sia.

IBU... kebesaran jiwamu,
Hanya surga yang pantas,
Membayar tulusmu,
Hanya Tuhan yang pantas,
Menjagamu,
Dunia dan akherat...

IBU...
Pasti, ku kan slalu merindumu,
Do'a di setiap hela nafasku,
Terima kasih...duhai IBU,
Untuk semua ikhlasmu.



By: Wong alasan    




ENGKAULAH SURGAKU


Hari ini aku bertanya
Untuk diriku sendiri
Sederhana, tapi tak sesederhana itu
Untuk menjawabnya

Butuh waktu
Perjuangan
Kesungguhan
Entah...apa lagi

Tanya yang harus ku jawab
Dengan, benar..pasti
Hingga ku yakin
Itu...pasti benar

Tuhan..Engkau bilang
Surga ditelapak kaki ibu
Makna yang terbalut bahasa
Yang sulit ku terjemahkan

Biarkan ku coba mencari
Mulai hari ini..dan seterusnya.
Hingga kutemui...
Kudapati semua jawab

Ibu...
Ijinkan aku mencari Surgamu
Yang masih rapat...tersimpan
Di rimbun belantara hidup

Ibu...
Kumohon petuahmu
Apa kan kubuat
Untuk bahagiamu

Ibu...
Tunjukkan padaku
Arah mana kan ku tuju
Timur, selatan, barat atau utara
Tuk kudapat ungkap semua-jawab

By: Wong Alasan





BUNDA



Bunda...
Bunda...
Usiamu kini tak lagi muda
Tapi aku jua belum bisa apa-apa

Bunda...
Bunda...
Kakimu tak sekuat dulu
Menopang tubuh dan juga aku dikala mengandungku

Bunda...
Bunda...
Tak ada yang berubah dari kasih dan sayangmu
Meski mataku terbelalak namun tak sesadar itu

Bunda...
Bunda...
Lidahmu penawar segala sakitku
Dan tamparmu penyadar hidayahku

Bunda...
Bunda...
Tak ada yang sepadan sebuah kata kias
Karna hanya '' BUNDA '' itu jua yang pas

Karya: Joko Jabrik

Puisi sahabat , Puisi religius , Puisi galau, Puisi cinta , puisi perjuangan

Selanjutnya info seputar gadget



KlikSaya.com


31 comments:

My Blog Fahmi .Y said...

ini puisinya copypaste aaaaaapa buat sendiriiiiiiiiii !

wandha said...

puisi na bagus banget,
ibu segala na buat aku...

daniealmalik.blogspot.com said...

Puisinya bagus juga ya

Asni Arfina said...

puisinya dalam banget...

btw follow sukses, ditunggu follow backnya yah...

nashrul ma'ali said...

"tak kusangka rambutmu sudah putih ibu,
keriput di keningmu tak dapat lagi kuhitung,,
aku merasa lemah tanpa belaianmu,
layaknya masa kecil dulu.
kau memanggilku dengan nada yang paling lembut,
dan kau cukupkan aku dengan kasihmu,
meskipun itu tak semahal berlian,
namun kau gosok aku bagaikan emas,
agar kau dapat nikmati kilaunya kelak"

Hidayah said...

puisi kren bangettttt,,,
aq copy yaaa

Irgimnur said...

Lumayan puisinya buat hiburan hehehe

Inung Sii Mimi Chan said...

hmmmm
i like it.

search people said...

ijin share boleh gak? ada juga nih dikit.hahaha.. disini

ENDAR said...

aku suka puisimu sangat suka dan sangat suka apalagi mengenai ibu
sukses selalu ya membuat karyanya
I LIKE IT

Alfia unsah said...

bagus puisinya :)
dalem banget, hmm..
mamahku baru meninggal..
jadi makin ngeresep aku bacanya -_-

tomi arianto said...

numpang izin copy nya,,
puisinya menyentuh bgt!makasih

mudera sa said...

lumayan

poetry boengsoe said...

puisinya keren dan menyentuh bgt, boleh belajar gak???

Studio3net said...

menyentuh....sekali

Blog Inda Ridwana said...

di foll back y...

Tokoairsoftgunbandung.blogspot.com said...

puisinya indah...!!

Ririn Anggasari said...

.bagus banget deh puisinya :)

Lina Yunus said...

Bagus puisinya, pandai dalam merangkai kata-kata, ijin copy paste ya, sangat inspiratif...

sulaiman alghifari said...

so sweet... jadi inget mama...

Adi Gunawan said...

Top markotop puisinya....
izinnnn copazz yoo gann ..thx

Ar royyan Dwi Saputra said...

Puisi yang sangat menyentuh Terima kasih

Ar royyan Dwi Saputra said...

Bagus sekali puisinya Sip...

Verin Rusyamsie said...

Sangat mendalam artinya,pas bngt buat hadiah di hari ibu besok.izin copypaste ya

danang wisik said...

Puisinya keren,dapet inspirasi dari mana

Saung Link said...

Ouisinya bagus2 sob.. thaks dah berbagi

Puisi Artikel said...

Saya bukan penulis puisi , tapi saya suka puisi, berikut ini puisi yang konon katanya sering membuat pembacanya menangis ,


Puisi Puteri imperialism | Angin memecut disimpang jalan | Seorang burjuis berdiri sendirian. | Semalam di suatu kampung | Bagai kabut mengambangdalam caya purnama | Kabut-kabut hari menimpa senja. | Sahabatku, saudara, manusia yang lesu | Nasehati daku sampai saat ajalku! | Apa dicari dalam yang baru? | Lagu hati yang tersinggung | Algojo kemerdekaan, orang ulung, dan kemegahan | Puisi ada damai didalam badai. | Puisi Sang Nabi | Puisi Gairah hidup yang mati | Puisi Kepada penyair | Puisi Gerhana matahari | Puisi Cinta Tidak Lucu | Puisi Internet Telkom Lambat | Puisi Ucapan Selamat Tahun Baru 2013 | Puisi Jatuh Cintakah Aku Padamu | Puisi Cinta Kau Aku Dan Masa Lalu | Puisi Kenangan Indah Tak Terlupakan | Puisi Rayuan Gombal Maut | Puisi Hati Galau Sendiri | Puisi Anak Jalanan

Vita Komaria said...

Nice post, oh iya
saya Punya Kumpulan Puisi nih :
Puisi Ibu
Puisi Rindu
Puisi Patah Hati
Puisi Cinta
di kunjungi ya

Agus Bulle said...

bagus sangat bermakna

Kang Zeer El-Watsi said...

doa ada d bawah kaki ibu :)

dom jenkinson said...

terima kasih ibu :)

Toko bunga jakarta